_MG_4603_MG_4533_MG_4561_MG_4645_MG_4652_MG_4535

Bertempat di Gedung Cak Durasim, Surabaya. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura mengadakan event COMMADFEST (Communication Madurese Festival) 2015 dengan tema Wonderfull Treasure Island pada hari Minnggu, 21 Juni 2015. Event dilaksanakan dengan tujuan untuk mempromosikan Pulau Madura, khususnya sektor pariwisata dan budaya masyarakat Madura yang mempunyai potensi besar sekali. Sedangkan sampai saat kesadaran akan wisata di Madura masih sangat minim sekali.

Dengan dihadirkannya berbagai narasumber profesional dan G-Start di bidang wisata, budaya dan media massa yang membahas peran media massa sebagai promosi wisata. Diantara narasumber yang paling menjadi sorotan yakni Ramon Y. Tungka, salah satu G-Start dan traveler 100 hari keliling Indonesia yang ditayangkan di Kompas TV. Adapun narasumber yang tidak kalah menarik perhatian yakni Drs. Handoyi, sebagai Ketua Disbudpar Jatim, Ibu Dinara Maya Julijanti, Dosen Ilmu Komunikasi di bidang budaya Universitas Trunojoyo Madura, Lulus Sugeng Trihandika dari komunitas @inimadura dan Fiqih Afrani dari beritajatim.com.

 Even ini berlangsung setiap tahunnya, dan saat ini berlangsung ke 4 kalinya. COMMADFEST 2015 ini kapanitiannya adalah Novianto Puji H. Mahasiswa Ilmu mkomunikasi semester 6, selain untuk mempromosikan wisata Madura, event ini juga termasuk sebagai matakuliah MICE (Meeting Incentive Convention Exibition). Selain hal itu event ini semakin meriah dengan banyaknya hiburan yang disajikan, mulai dari seni musik tradisional, teater, musik modern, stand up comedy dan berbagai macam bazar yang disediakan. Selain  itu serasa semakin spesial karena bertepatan dengan bulan Ramadhan.

Pulau Madura yang terdiri dari 126 Pulau mengandung potensi sangat besar sekali. Prodi Ilmu Komunikasi memiliki cita-cita besar untuk menghubungkan Pulau tersebut dengan media komunikasi guna semakin dikenal oleh khalayak luas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dan sangat disayangkan jika Pulau yang menyimpan energi positif ini tidak dirawat dan tidak dibawa ke ruang publik.

 Jika cita-cita itu bisa tercapai, tidak mungki tidak Pulau Madura yang umumnya hanya dikenal dengan karapan sapinya atu sate Madura akan semakin terkenal dan menjadi tujuan wisata di Indonesia selain Pulau Bali. Apalagi salah satu Pulau di Madura ada yang memiliki kandungan oksigen terbaik nomor 2 sedunia yang terdapat di Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep

Akan tetapi, dengan potensi wisata di Pulau Madura yang begitu mempesona masih terdapat beberapa permasalahan yang menghambat, diantaranya kesadaran akan pengelolaan wisata yang meliputi sarana-prasarana, masyarakat, keamanan, kesejukan, kebersihan dan kemarahtamahan masyarakat Madura. Oleh karena itu, hal ini seharusnya menjadi tanggung jawab bersama untuk sadar akan wisata.

Ramon berpendapat bahwa “Sadar wisata itu yang seharusnya dikembangkan oleh masyarakat Madura. Persoalan ini menjadi tanggung jawab bersama baik dari masyarakat Madura sendiri dan luar Madura karena Madura adalah bagian dari Indonesia dan Indonesia juga merupakan bagian dari kita. Peran media pun juga harus ditingkatkan dalam mengenalkan Pulau Madura, bukan hanya pariwisata alam, tapi juga wisata religi. Ramon merasa kaget ketika majalah impor Asia mengekspose Pulau Gili Labek, Sumenep.”

Drs. Handoyi juga memberikan komentar “Pariwisata jawa timur tidak lengkap dengan Madura, kita perlu membranding lagi budaya di Pulau Madura. Terdapat potensi yang luar biasa di dalamnya, akan tetapi citra dari wisata itu masih kurang”. Jika citra dari wisata Pulau Madura Bagus, pengunjung pariwisata di jawa timur kemungkinan besar akan berbelok untuk mengunjungi wisata di Madura. (Akha)