Komunitas

 Himakom

HIMAKOM

Himakom pertama kali dibentuk pada tanggal 13 agustus 2006 oleh angkatan pertama ilmu komunikasi tahun 2005 di fakultas hukum Universitas Trunojoyo Madura. Perjuangan legalitas HIMAKOM selama satu tahun dari 2005-2006 akhirnya disetujui oleh BEM fakultas hokum. Anggaran HIMAKOM selain dari BEM fakultas hokum mengadakan iuran rutin selama satu bulan rp. 5000,- hal tersebut disepakati dan disetujui oleh angkatan pertama yang berjumlah 11 (sebelas) mahasiswa (angkatan pertama awalnya berjumlah 17 menjadi  11).
Anggaran dari iuran digunakan untuk menambah kegiatan mahasiswa ilmu komunikasi salah satu contoh adalah DJ (diklat jurusan) ilmu komunikasi. Seperti yang terjadi saat pelaksaan DJ ikom yang mengundang protes dari BEM fakultas hokum, HMJ, dan UKMF dikarenakan menarik biaya yang cukup tinggi dari mahasiswa prodi lainnya.
Anggaran yang berasal  respon dari mahasiswa baru ilmu komunikasi akan keilmuan komunikasi menjadi efektif karena letak situasi dan kondisi sangat mendukung penyampaian informasi. Pengetahuan akan organisasi himakom juga diberikan oleh pengurus himakom sebagai bekal organisatori maba ilmu komunikasi angkatan 2006. Pelaksaan DJ ikom pertama kali membuat inspirasi untuk DJ ikom selanjutnya dalam tataran ruang dan waktu yang berbeda dari program studi yang lain (dalam hal ini tempat, konsep acara, dan keunikan penyambutan mahasiswa baru)

 

Racie

racie

RACIE adalah komunitas radio yang ada di prodi Ilmu Komunikasi.  Racie ini berdiri sejak tahun 2007. dari tahun ke tahun selalu ada perubahan. pada awalnya frekuensi siaran yaitu 105,9 Fm. kemudian pada tahun 2011 berubah ke streaming karena tempat siaran berpindah. lalu berubah lagi menjadi fm degan frekuensi 106,3 Fm. dan di laboratorium yang baru hingga sekarang frekuensi menjadi 107,00 Fm.

kepengurusan juga selalu berubah. pada masa sekarang diketuai oleh Idayati mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 6 dengan beberapa timnya yang terdiri dari mahasiswa Ilmu Komunikasi mulai semester 2 hingga semester 6.

adapula konten-konten-konten yang ada di Racie yaitu :

  • program harian :
  1. pagi utm (08.00-09.00)
  2. tente legit (11.00-13.00)
  3. breetalk (13.00-15.00)
  4. nuansa madura (15.00-17.00)
  5. zona nyaman (19.00-21.00)
  • program mingguan :
  1. senin (talkshow)
  2. selasa (mengenal organisasi)
  3. rabu (facation)
  4. kamis (dag basi)

Acara mingguan ini dilaksanakan pada jam yang sama yaitu pukul 09.30-11.00

Cindicat Picture

Cindicat Pictures atau singkatan dari Cinema Indie Comunity merupakan sebuah Komunitas penggila Film dari Universitas Trunojoyo Madura. Komunitas ini secara resmi mendeklarasikan diri Pada Maret 2013. Komunitas ini di pelopori oleh Rahman Ramdhani mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2011 bersama ke tujuh temanya atas inspirasi dan kukungan moriil maupun materiil dari Sohib mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Trunojoyo Madura 2008.

Pada awal berdirinya Komunitas ini mellakukan produksi film pertama dengan hasil iuran swadaya para pelopornya.  Film pertama Yng di garap Komunitas ini adalah Bakso Sarjana (2013), film dari naskah Sohib ini menjadi batu loncata bagi komunitas ini sehingga pada launching Film pertamanya di Aula RKB A waktu itu mendapat apresiasi yang luar biasa bagi kahlayak luas.

Dengan semakin dikenalnya Komunitas semakin banyaklah anggota yang masuk dan akhirnya berhasil memproduksi Film dan eksis Hingga saat ini. Dintara film yang telah berhasil di produksi adalah film documenter Galeri Pulau Sumenep”Episode Gili Labak”(2013), Jogja “Istimewa” (2014). Dan film Fiksi Nostalgia SMS(2014), Patah pepatah (2014),Kado kematian (2015), Aku dan Hidupku (2014), Metamorfosa (2015), Dialektika bisu (2015), documenter “Judule Opo Cok” (2016) Dan yang on going dalam proses produksi Gelang Kaki Madura (2016).

Komunitas ini telah berhasil mencetak beberapa prestasi di umurnya yang masih sangat muda. Untuk even pertama Eagle Award documentary Competition Dua tum dari Cindicat berhasil menembus duapuluh besar nasional (Imron Dan Sulaiman)(Masruri Dan ferry). Pada tahun selanjutnya  kado kematian 2015 berhsail menjadi finalis malang Film festival nasional. Dan bebrapa prestasi individu anggota tingkat kampus dan regional.

 Pada tahun 2014 komunitas ini medapat perhatian dari prodi Ilmu Komunikasi yang memberikaan fasilitas untuk menunjang kegiatan dan produksi Film Komunitas ini. Dapat di katakan bahwa komunitas ini yang mempelopori berdirinya komunitas lain di jurusan Ilmu komunikasi Universitas Trunojoyo Madura.

Sampai saat Ini komunitas ini menjadi komunitas dengan total anggota aktif tercatat enam puluh orang, dengan menggunakan system diklat langsug ketika produksi di lapangan membuat komunitas ini sangat menarik penggemar Anggota Komunitas ini bukan hnaya dari Jurusan Ilmu Komunikasi Tapi juga dari jurusan lain di lingkungan UTM, pada periode pertama komunitas ini di ketuai oleh Golang sanditya Aguesta (ikom 2011) tahun 2013, kemudian di lanjutkan oleh Muhammad Ikhwanul Masruri (ikom 2012) pada tahun 2014, selanjutnya tahun 2015 oleh Mochammad Imron Rosyidi (1kom 2012), saat ini di dalam kepemimpinan Miftaqul Huda (ikom 2013). Kedepan dengan dukungan dari Prodi serta etos kerja dari para anggota komunitas ini siap berkarya dan berkarya.

LC Fotografi

Diklat anggota baru komunitas fotografi “Last Community” yang diadakan di kota Yogyakarta selama 5 hari, dimulai tanggal 11 januari – 15 januari dengan tema “menuju komunikasi hebat “dengan taglinenya“ berkarya tanpa batas “. Diharapkan anggota baru bisa menumbuhkan kreatifitas dibidang fotografi, diklat ini bertujuan untuk mewujudkan kreatifitas dan solidaritas anggota baru terhadap bidang fotografi, Anggota baru di tuntut untuk mencari berbagai macam kategori foto, yaitu : Human Interest ( HI ), Landscape, Foto Seni, Panning dan Bluring. Anggota baru di haruskan untuk bersunggguh-sungguh dalam diklat ini, panitia menekankan bahwa materi fotografi yang didapat saat ini tidak mudah dan murah. Namun, dikarenakan komunitas ini dalam kampus yang di naungi oleh program studi ilmu komunikasi sehingga senior membimbing anggota baru untuk regenerasi anggotanya.

Anggota baru lc fotografi ini sebanyak 19 orang, dengan panitia 20 orang. Kemudian anggota baru ini di bagi menjadi 5 kelompok, selama 5 hari terdapat 25 spot di setiap harinya, yang akan di foto oleh anggota baru. Seperti : alun-alun kidul, taman sari, malioboro dan masih banyak lagi. “panitia pun disebar di berbagai tempat untuk mendampingi dan memantau peserta. Diklat anggota baru lc fotografi ini bertujuan untuk melatih mental anggota baru demi mewujudkan kreatifitas dan solidaritas terhadap dibidang fotografi “ jelas frisky selaku ketua pelaksana. Diklat ini tidak hanya menguji mental anggota baru, tapi mereka juga di tuntut agar bisa berinteraksi dengan orang baru yang belum ia kenal sebelumnya, di kejar deadline dan juga pentingnya management waktu di karenakan 2 jam sekali harus rooling untuk pindah tempat. “Hari pertama mencari foto Human Interest (HI), Landscape, Foto Seni,Panning dan Bluring. Hari kedua mencari jurnalistik foto beserta beritanya, serta dihari ketiga diadakan pengukuhan. Konsep diklat ini dengan sistem rolling yang diadakan 2 jam sekali, dari spot yang satu dan yang lainnya dengan perkelompok mulai dari jam 07.00-16.30 satu harinya terdapat 5 kali rolling.” Sahut Ketupel. Dosen pengampu mata kuliah fotografi bapak Bambang dan bapak Rosi juga datang mengisi materi kepada anggota baru lc. Anggota baru Lc Photography sangatlah antusias dalam pengambilan foto dan mengikutinya dengan baik, sebelum adanya pengukuhan mereka sempat mengeluh harus berjalan berkilo-kilo meter dengan panasnya terik matahari agar mendapatkan foto dan berita yang sesuai dengan yang di tentukan. Sebagaian dari mereka megeluhkan kurangnya waktu untuk beristirahat, dikarenakan memang konsep diklat ini anggota baru di tuntut untuk mencari foto dan menuliskan captionnya mulai jam 07.00- 16.30 di 5 tempat yang berbeda setiap kelompoknya, kemudian jam 19.00-21.00 mereka menulis berita sesuai dengan foto yang ia ambil dan juga bedah foto, dan di jam 21.00-22.00 mereka briefing untuk keesokan harinya. Di hari terakhir, merupakan penentuan lulus atau tidaknya anggota baru dalam diklat, mereka bebas memfoto HI, Seni, Jufo dsb. Mereka harus bisa menghasilkan minimal 1 foto yang dinilai bagus dan layak bagi panitia. Beberapa peserta yang sudah lulus mereka langsung diberikan seragam baru LC oleh senior dan diberi nasehat agar terus berkarya dan terus menjaga lambang LC. Bahkan, beberapa dari mereka yang belum bisa mendapat foto yang bagus menangis, karena mereka kecewa dalam diri sendiri sudah di berikan ilmu selama 4 hari, namun hasilnya belum maksimal, berkali-kali mencoba hingga 19 peserta dinyatakan lulus diklat ini. Mereka pengukuhan anggota baru di 0 km, dengan mengucap ikrar yang di ikuti oleh peserta.

Harapan dengan diadakannya ini jelas ketupel “menjadikan anggota baru bermental yang mandiri agar menguasai dan mempunyai kreatifitas melebihi seniornya, sehingga mempunyai loyalitas terhadap komunitas fotografi ini. Serta mahasiswa yang tergabung dalam komunitas ini, lebih dahulu mengetahui  dan memahami fotografi sebelum nantinya ada mata kuliah fotografi itu sendiri”. Laras selaku ketua umum komunitas lc fotografi ini mengharapkan “ semoga dengan diadakannya diklat ini dapat mengembangkan dan mengasah skill mereka dalam dunia fotografi yang telah diberikan oleh kakak seniornya dan mampu bersaing dalam era globalisasi, baik nasional hingga internasional, sehingga mereka mampumengaplikasikan setelah diadakannya diklat ini. Dan juga harapan untuk komunitas lc ini, melahirkan generasi muda yang memiliki solidaritas, kretifitas dan integritas tanpa batas dalam dunia fotografi

CieTV

cietv

Cie Tv merupakan tv online dalam ranah kampus di Universitas Trunojoyo Madura,  yang disediakan untuk  wadah komunikasi mahasiswa/i  yang dikemas dengan menggunakan kreasi dengan penyampaian pesan yang bukan saya menghibur tapi ada unsur mendidiknya. Cie Tv memiliki cukup banyak crew yang berdedikasi dalam pembuatan karya yang akan ditampilkan dalam program acara. Banyak crew yang dibagi dalam pembuatan projek tersebut ada job disk masing masing seperti cara menjadi Penulis naskah, kameramen, artis atau host, penata artistik, program director, editing video, desaier, wardrobe sampai dengan  penata busana serta tata rias dalam job dist tersebut crew Cie Tv dapat menghasilkan sebuah karya yang luar biasa, seperti pembuatan video ILM (Iklan Layanan Masyrakat), Film pendek, video Tips, Video klip, dan sebagainya.

Public Relation

Komunitas Public Relation yang di naungi oleh program studi Ilmu Komunikasi dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi ini, berfokus kepada cara berbicara di depan public, proses lobbying dan mendidik anggota PR untuk menjadi komunikator, mediator dan organisator yang baik, sehingga bisa di terapkan di dunia perkuliahan dan dunia kerja.

Fokus komunitas ini, membuat kegiatan : pelatihan dasar-dasar PR, mengadakan kajian di setiap minggu di bidang PR baik teori maupun praktek guna menjadikan anggota PR yang siap di terjunkan di lapangan, mengajarkan anggota PR untuk dapat menerapkan proses lobbying di perusahaan, mendidik anggota PR untuk  menjadi komunikator, mediator dan organisator yang baik

Komunitas Public Relation, beroperasi tidak hanya didalam kampus saja, melainkan kita juga mengikuti pelatihan bersama komunitas Public Relation yang ada di Surabaya hingga Jawa Timur. Harapannya, komunitas Public Relation yang ada di kampus Universitas Trunojoyo Madura ini, bisa membuat dan menjadikan komunitas Public Relation se-Madura dan di pusatkan di kampus Trunojoyo Madura.

Graphic Design Community (GDC)

gdc

Komunitas ini berdiri atas dukungan dan dorongan dari kakak senior Ilmu Komunikasi UTM, atas dukungan dan dorongan itulah seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi atas nama Widhi Kurnia dengan dibantu beberapa teman dekatnya memprakarsai berdirinya sebuah komunitas yang bergelut dalam dunia desain grafis.

Kami sempat mengalami beberapa perubahan nama pada komunitas kami ini, mulai dari DKVIKOM, lalu berubah menjadi DG Community, dan sekarang berubah jadi GDC (Graphic Design Community). Tidak hanya perubahan nama komunitas saja, komunitas kami juga pernah mengalami perombakan atas semua jajaran kepengurusan. Sampai sekarang pengurus harian periode 2015-2016 adalah sebagai berikut :

  1. Pembina : Daryl Hafiz Haidar
  2. Ketua Umum : Widhi Kurnia
  3. Sekretaris : Etzadesli Farainsani
  4. Bendahara : Thobi’atul Khilmiah
  5. Humas : Amalia Nadhilah

Komunitas ini berdiri pada tanggal 1 Oktober 2015 yang bertepatan pada hari Kebangkitan Pancasila. Agenda rutin kita adalah Sharing Hearing mengenai dunia Desain Grafis yang selalu dilaksanakan setiap hari Senin, pukul 19.00 WIB bertempat di Laboratorium Desain Grafis dan Multimedia.

News Ikom

komunitas ini bergerak di bidang jurnalis. dalam masa pengerjaannya mereka bekerja sama dengan komunitas fotografi untuk pengambilan foto jurnalis. beberapa kali mereka menerbitkan majalah yang bernama IKOMAGZ. edisi pertama dengan pimpinan redaksi Miftaqul Huda, dan pimpinan redaksi yang kedua yaitu N. Shandya

I-CSC (Impact Communication Survey Center)

Impact Communication Survey Center (I-CSC) merupakan bentuk kepedulian mahasiswa ilmu komunikasi terhadap isu-isu yang ada di masyarakat. I-CSC adalah pusat survey yang dinaungi secara langsung oleh program studi ilmu komunikasi UTM yang berada di laboratorium ikom. Komunitas ini adalah untuk mahasiswa ilmu komunikasi yang tertarik terhadap survey dan mau mempelajari teknik-teknik survey dan perhitungan survey. I-CSC bekerja sama dengan para praktisi lembaga survey dari Surabaya survey.